Pendahuluan
“Kenapa sih jerawat muncul terus setiap bulan? Padahal skincare udah rajin banget!”
Kalimat ini mungkin terdengar sangat familiar untuk banyak remaja dan perempuan dewasa. Ternyata, tidak semua jerawat disebabkan oleh kotoran atau salah pakai skincare. Ada jenis jerawat yang muncul karena perubahan hormon dalam tubuh, dan inilah yang disebut jerawat hormonal.
Jenis jerawat ini termasuk yang paling membandel. Munculnya berulang, sering meradang, dan biasanya terasa nyeri kalau disentuh. Artikel ini akan membahas lengkap tentang jerawat hormonal—mulai dari penyebab, ciri-ciri, hingga cara mengatasinya agar tidak datang lagi.
🧬 Apa Itu Jerawat Hormonal?
Jerawat hormonal adalah jerawat yang muncul akibat fluktuasi hormon di dalam tubuh. Perubahan hormon ini bisa memicu produksi minyak berlebih, peradangan, hingga penyumbatan pori-pori.
Jerawat hormonal paling sering muncul pada:
-
Remaja yang sedang mengalami pubertas
-
Wanita dewasa menjelang menstruasi
-
Ibu hamil
-
Orang yang sedang stres berat
-
Mereka yang punya masalah hormon seperti PCOS
Jerawat ini tidak selalu muncul dalam jumlah banyak, tetapi biasanya ukuran lebih besar, merah, dan lebih sakit dibanding jerawat biasa.
🔍 Ciri-Ciri Jerawat Hormonal
Agar tidak salah diagnosis, berikut tanda-tanda khas jerawat hormonal:
1. Muncul di area tertentu
Biasanya berada di:
-
Dagu
-
Rahang
-
Pipi bagian bawah
-
Leher
Ini karena area tersebut memiliki reseptor hormon paling banyak.
2. Terjadi berulang
Munculnya biasanya mengikuti siklus menstruasi.
3. Lebih sakit dan meradang
Jenisnya bisa berupa:
-
jerawat batu (cystic acne)
-
papula
-
pustula
4. Sulit hilang dengan skincare biasa
Membersihkan wajah saja tidak cukup, karena akar masalahnya berasal dari dalam tubuh.
🔥 Penyebab Jerawat Hormonal
Banyak faktor yang memicu jerawat hormonal, antara lain:
1. Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron
Ini biasa terjadi pada masa pubertas, menstruasi, kehamilan, hingga menopause.
2. Peningkatan hormon androgen
Hormon ini bisa membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak.
3. Stres
Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang bisa memicu inflamasi dan jerawat.
4. Pola makan yang buruk
Makanan tinggi gula, dairy, dan gorengan sangat mudah memicu peradangan.
5. Kurang tidur
Kurang tidur = hormon tidak seimbang = jerawat muncul terus.
6. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)
Kelainan hormon yang membuat jerawat terus muncul pada wanita dewasa.
🌿 Cara Mengatasi Jerawat Hormonal
Jerawat hormonal memang membandel, tetapi bukan berarti tidak bisa ditangani. Berikut langkah-langkah yang terbukti efektif:
1. Gunakan Skincare yang Tepat
Skincare tidak menyembuhkan hormon, tetapi sangat membantu meredakan peradangan.
Bahan aktif yang efektif:
-
Salicylic Acid (BHA) → membersihkan pori dari dalam
-
Niacinamide → mengurangi minyak & inflamasi
-
Benzoyl Peroxide → membasmi bakteri penyebab jerawat
-
Retinol/Retinoid → mempercepat regenerasi kulit
-
Azelaic Acid → mengatasi jerawat dan memudarkan bekasnya
Hindari:
-
skincare berbahan comedogenic
-
cream terlalu berminyak
-
scrub kasar yang justru merusak skin barrier
2. Atur Pola Makan Sehat
Jerawat hormonal sangat sensitif terhadap makanan tertentu.
Kurangi:
-
gula
-
susu sapi
-
tepung putih
-
makanan cepat saji
Tambahkan:
-
sayuran hijau
-
buah berry
-
ikan berlemak
-
kacang-kacangan
-
air mineral
Makanan anti-inflamasi bisa membantu menstabilkan hormon.
3. Kelola Stres dengan Baik
Stres = hormon kacau = jerawat muncul.
Coba lakukan:
-
olahraga ringan
-
journaling
-
tidur cukup
-
mengurangi screen time
-
meditasi
Kelihatannya sederhana, tapi efeknya besar!
4. Perbaiki Kualitas Tidur
Tidur kurang dari 6 jam meningkatkan hormon kortisol.
Tips tidur nyenyak:
-
jauhkan gadget 1 jam sebelum tidur
-
gunakan lampu redup
-
hindari makan berat sebelum tidur
-
tidur & bangun di jam yang sama setiap hari
5. Konsultasi Profesional Jika Parah
Jika jerawat hormonal muncul terus selama 3–6 bulan, sebaiknya periksa ke ahlinya.
Biasanya akan direkomendasikan:
-
obat hormonal
-
terapi retinoid
-
acne injection
-
chemical peeling
-
microneedling
-
perawatan anti-inflamasi
Solusi ini lebih efektif untuk jerawat yang sangat meradang.
💡 Tips Mencegah Jerawat Hormonal Kambuh Lagi
-
Jangan memencet jerawat
-
Rutin cuci wajah 2x sehari
-
Ganti sarung bantal minimal 1 minggu sekali
-
Rajin pakai sunscreen
-
Hindari tidur dengan makeup
-
Jaga pola hidup sehat
🧁 Kesimpulan
Jerawat hormonal memang berbeda dari jerawat biasa. Ia muncul karena ketidakseimbangan hormon, sehingga penanganannya pun harus lebih menyeluruh—bukan hanya skincare, tetapi juga pola hidup dan stres.
Dengan mengenali penyebab, memahami ciri-ciri, dan melakukan perawatan yang tepat, jerawat hormonal bisa dikendalikan bahkan dicegah agar tidak datang kembali.
Jika kamu merasa jerawat hormonal muncul terus-menerus, jangan ragu mencari bantuan profesional agar masalahnya bisa diatasi dari akarnya.
